Tengku Syarifah Nadira Mengaku Ahli Waris Istana Siak, ini Tanggapan Ketua DPRD Siak Dan Bupati

banner 160x600

riaubertuah.id

SIAK SRI INDRAPURA ( Riaubertuah.id ) ~ Tengku Syarifah Nadira bersama Kakaknya Tengku Syarifah Rohaidah mengaku sebagai ahli waris Istana Siak dan mempunyai Dokumen Kerajaan Siak, membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dan Bupati Siak memberi tanggapan, Sabtu Kabupen Siak (16/11/2019).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) H. Azmi mengatakan, terkait permasalahan saat ini di Istana Siak, Tengku Syarifah Nadira yang mengaku Pewaris Istana artinya tidak bisa dibiarkan, dari pemerintah harus segera menanggapi menyikapi masalahnya.

"Pemerintah segera untuk menyikapi dan melakukan suatu pertemuan secara persuasif lah dalam rangka penyelesaian persoalan yang ada, karena persoalan ini sangat buruk sekali jika dibiarkan, apalagi Istana adalah salah satu ikon Siak sebagai kunjungan wisata yang besar," sebut Azmi.

Menurutnya, jika permasalahan ini berlarut, kita tidak mau nantinya terjadi tindakan-tindakan yang sifatnya negatif dari warga yang mengaku pewaris terhadap tamu-tamu kunjungan yang ada di Istana Siak.

"Contohnya ada beberapa warga medan yang berkunjung ke Istana baru ini kecewa pada saat itu tidak bisa memasuki Istana karena tutup, sehingga dengan kondisi ini informasinya akan dibawa pulang oleh masyarakat itu sendiri, dan orang tidak mau berkunjung ke Negeri Matahari Timur, serta sangat merugikan kita semua," terang Ketua DPRD Siak.

Azmi menginginkan pertama hal tersebut jangan sampai melebar, karena istana sudah dijadikan Aset Nasional yang baru diserahkan kemarin, yang kedua adalah Istana ini salah satu Kota Pusaka yang telah ditetapkan, jangan dirusakan dengan pasal-pasal yang berkaitan adanya satu gugatan-gugatan.

Apa lagi masih ada yang mengaku bahwa Istana Siak dimiliki oleh para ahli waris, menyangkut permasalahan itu selesaikan secara persuasif, jika tidak bisa kan ada jalur hukum sejarah untuk menyelesaikan, minta Azmi.

"Sepengetahuan Kita, setelah Indonesia merdeka Sultan Siak sudah menyerahkan kedaulatannya dan seluruh kekayaannya ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Ketua DPRD Siak.

Setelah diserahkan cerita Azmi, disaat Tokoh Kerajaan menanyakan ke Sultan mengapa tidak mau tinggal di Istana? jawab Sultan, Saya tidak Sultan lagi, karena kedaulatan sudah di serahkan ke Negara, saya tidak berhak lagi, begitulah sebuah ketulusannya Sultan menyerahkan seluruh kedaulatannya dan kekuasaan, serta harta benda kepada NKRI.

Pada saat itu juga, Sultan lebih baik menumpang di rumah Tengku Mansur yang juga mantan Panglima Kerajaan Siak dari pada bertinggal di Istana. Kata Azmi.

Bupati Siak Alfedri mengatakan, akan menyelesaikan permasalahan ini secara prosedural sesuai undang-undang yang berlaku, karena Istana ini adalah salah satu Ikon Destinasi Wisata yang sangat ramai pengunjung. Kata Alfedri pada acara Pelantikan Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kabupaten Siak periode 2019-2024, Sabtu (16/11/2019) malam, bertempat di lapangan Tugu Tengku Maharatu.

"Saya tidak lari dari persoalan ini, namun kita lagi berupaya berkoordinasi bersama instansi terkait, dan Tokoh-tokoh besar yang ada disini, yang jelas berkeinginan untuk menyelesaikan sesuai Prosedural," jelas Alfedri.

Menurut Alfedri, Istana ini tercatat aset Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, dan sudah banyak Dana Pemerintah masuk untuk pembangunan maupun pemeliharaannya. Tutupnya***