Teka-teki Pembunuh Pria di Rohil yang Tewas di Rimbunan Semak Terpecahkan

banner 160x600

riaubertuah.id

BAGANSIAPIAPI - Satreskrim Polres Rohil akhirnya memecahkan teka-teki pembunuhan pria dengan korban bernama Faizal, warga Sintong Kepenghuluan Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

" Tersangka adalah teman korban berinisial As yang ditangkap saat ingin melarikan diri ke Pekanbaru," kata Kapolres Rokan Hilir, AKBP Muhammad Mustofa, SIk melalui Kasat Reskrim AKP Faris Nur Sanjaya dalam keterangan Pers pada hari Senin (10/10/2019).

Menurut Faris, sebelum tertangkap, tersangka As (34) alias Man yang merupakan warga Teluk Mega sudah berancang-ancang ingin kabur ke Pekanbaru dengan bermodalkan uang sebesar Rp 500 ribu dari hasil penjualan motor miliknya.

Namun polisi berhasil menggagalkan pelariannya dengan membekuk pelaku ketika sedang berdiri di loket bus Makmur kota Duri. Tersangka pasrah dan tidak melawan saat diamankan petugas.

Faris menambahkan, dari hasil interogasi penyidik kepolisian, pelaku sengaja menghabisi korban dengan menggunakan senjata tajam dilatarbelakangi sakit hati. Alasannya, korban menawarkan istrinya untuk berhubungan badan dengan iming-iming uang sebesar Rp 200 ribu.

Lantas, berdasarkan pengaduan serta harga diri istrinya dilecehkan, As pun naik pitam.

Dengan dalam keadaan emosi, As lalu mencari Faizal dan kebetulan dia berpapasan dengan korban dijalan lintas Sintong - Teluk Mega. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung memepet motor korban sehingga menyebabkan kedua motor tersebut berhenti mendadak.

Tanpa pikir panjang, As langsung mengeluarkan sebilah belati dan langsung menancapkan ke dada kiri korban dengan beberapa kali tusukan.

" Bukan hanya dada, bekas tusukan juga terdapat di sekitar punggung  serta tangan korban sebanyak 9 tusukan," sebut Faris.

Akibat tusukan benda tajam yang berulang kali, Faizal langsung jatuh tersungkur. Melihat korban sudah rebah tak berdaya, pelaku lalu melarikan diri ke Duri lewat jalan Sekapas, Rantau Kopar.

Atas pembunuhan berencana, tersangka terancam melanggar pasal 340 KHUPidana dengan ancaman hukuman mati. Tersangka juga di kenakan pasal 2 ayat (1) Undang Undang  Darurat Nomor 12  Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara. (Red)