Lakukan Pengeroyokan, Farhan Laporkan Anak Oknum Kadis Kampar

banner 160x600

riaubertuah.id

KAMPAR, RIAUBERTUAH.ID - Sudah hampir 3 minggu, Farhan warga desa Ranah kecamatan Kampar laporkan peristiwa pengeroyokan yang dialaminya di Bangkinang ke Mapolres Kampar, namun hingga saat ini, pelaku pengeroyokan belum juga ditangkap oleh pihak kepolisian. Demikian dikatakan Farhan kepada awak media, Rabu (6/5/20).

"Pelaku pengeroyokan yakni MF anak salah seorang oknum Kepala Dinas di Kabupaten Kampar bersama dengan 2 orang temannya dengan inisial RA dan Fi," kata Farhan.

Menurutnya, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada tanggal 17 April 2020 lalu, yang mana kejadiannya bermula dari percakapan melalui Video Call yang mana pada percakapan tersebut MF mengeluarkan kata-kata kotor dan berujung pada perkelahian duel (1 vs 1, red) di sekitar SD Muhammadiyah Bangkinang, dan menurut penglihatannya pada saat itu MF dkk sedang minum-minuman beralkohol jenis Anggur Merah.

"Setelah perkelahian duel 1 lawan 1 dilerai, selanjutnya MF mengajak kembali melanjutkan duel di Lapangan Pelajar, namun sesampainya dilapangan pelajar ternyata MF telah menanti bersama teman-temannya dan langsung mengeroyok saya," jelasnya.

Dikatakan Farhan, pada saat melakukan pengeroyokan, MF menyerangnya dengan menggunakan benda berbentuk besi dan menusuk-nusukkan besi tersebut ke badannya.

"Saya dipegang oleh Fi dan dipukul bagian kepala belakang hingga tersungkur, selanjutnya ditendang oleh RA dan ditusuk-tusuk dengan menggunakan besi oleh MF, beruntung pada saat pengeroyokan baju yang saya kenakan terlepas dari tubuh saya, sehingga saya bisa melarikan diri dan masuk kedalam mobil yang saya kendarai, setelah saya di dalam mobil pun MF dkk masih mengejar saya dan memukul-mukul kaca mobil dan menggores mobil saya, dan saya bergegas mengendarai mobil saya lari dari tempat kejadian pengeroyokan" pungkasnya.

Dijelaskan Farhan, setelah berhasil kabur, selanjutnya langsung membuat laporan ke Polres Kampar.

"Setelah berhasil lari menyelamatkan diri, saya langsung melaporkan peristiwa pengeroyokan yang saya alami ke Polres Kampar," jelasnya.

Ditambahkan Farhan, akibat pengeroyokan tersebut, dirinya mengalami luka luka pada bagian lengan, bahu, dada, punggung, kepala, dan sakit pada bagian pinggang.

"Hasil CT scan di 2 rumah sakit, yakni RS Awal Bros Panam dan RS PRIMA, saya mengalami geger otak tingkat sedang dan pendarahan di bagian kepala," imbuhnya.

Farhan dengan didampingi kedua orangruanya berharap kepada pihak kepolisian Polres Kampar untuk dapat segera memproses pristiwa pengeroyokan yang dialaminya sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya harap laporan pengeroyokan segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Polres Kampar, dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Kampar belum dapat dimintai tanggapan.