Keluarga Farhan Bantah Peras Terduga Pelaku Pengeroyokan Farhan

banner 160x600

riaubertuah.id

KAMPAR, RIAUBERTUAH.ID - Bukannya mereda karena bulan suci ramadhan, perkara pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh MF anak salah seorang kepala dinas di Kampar akhirnya berbuah saling lapor tanding.

Seperti diberitakan sebelumnya disalah satu media online auranews.com, dengan judul “Tak Terima Diperas, Keluarga Fadil akan Lapor Polisi” yang terbit pada tanggal 18 Mei 2020, bahwa didalam berita tersebut diberitakan bahwa keluarga dari terduga pelaku “Fadhil” menyatakan akan melakukan pelaporan ke kepolisian terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh keluarga Farhan “korban” sebanya 300 juta rupiah kepada keluarga Fadhil.

Menanggapi berita tersebut, Nurmailis Syaiful ayah korban “Farhan” membantah telah melakukan pemerasan terhadap Fadhil yang telah mengeroyok anaknya “Farhan”.

“Saya tidak pernah melakukan pemerasan, emangnya pernah Ali Sabri dan Hasan Basri (UJK) memberikan uang 300 juta kepada saya dan keluarga, mereka datang baik-baik kerumah saya pada tanggal 29 April 2020 kemarin untuk minta damai, kemudian mereka minta saya merincikan biaya perobatan anak saya Farhan, waktu itu saya bilang kalau Farhan masih dalam pengobatan dan tidak bisa memastikan biayanya sebab farhan mengalami geger otak sedang dan masih dalam perawatan intensif, kalaupun mau di tegaskan biayanya sampai sembuh mungkin menghabiskan biaya sampai 300 juta" terang Nurmailis Syaiful.

Tambahnya, "Setelah disampaikan rincian biaya pengobatan tersebut, kemudian keluarga M.Fadhil minta waktu sampai tanggal 4 Mei 2020 untuk berdiskusi dengan keluarga mereka, namun sampai tanggal 9 Mei 2020 mereka tidak pernah datang kembali atau memberikan informasi hasil perundingan mereka sekeluarga, tau-taunya mereka buat laporan tanding pada tanggal 9 Mei 2020 kemarin, dan kabarnya mau melaporkan saya ke polisi karena melakukan pemerasan kepada mereka. Emangnya saya peras apa, berapa uang mereka yang saya ambil, apa mereka gak faham tentang maksud pemerasan tersebut menurut KUHP" cetus Nurmailis Syaiful kepada awak media (22/5/2020).

Selain itu Rico Febputra SH pengacara korban juga menuturkan sudah mendalami pencemaran nama baik yang di alami oleh kliennya.

"Kami sudah lakukan pengumpulan bukti-bukti berupa screenshot berita pada salah satu media online tersebut, kami juga sudah mengumpulkan bukti-bukti rekaman, CCTV dan saksi-saksi pada pertemuan tanggal 29 April 2020 di kediaman klien kami, dan kami tidak menemukan sedikitpun unsur pemerasan pada pertemuan tersebut, insyaallah setelah lebaran nanti kami akan melakukan upaya hukum kepada saudara M.Fadhil atau keluarganya yang telah menerbitkan berita bohong dan pencemaran nama baik di media sosial" terang Rico Febputra SH kepada awak media.