IJAZAH KARYAWAN  TERBAKAR  PERUSAHAAN DIDUGA LALAI

No comment 537 views
banner 160x600

riaubertuah.id

PEKANBARU, Riaubertuah.id –  Berdirinya sebuah perusahaan tidak terlepas dari ketersediaan Sumber Daya Manusia yang dikehendaki perusahaan sesuai dengan bidang ilmu dan latar belakang pendidikan calon pekerja dan karyawanya.

Sudah barang tentu berputarnya roda ekonomi seiring sejalan dengan lancarnya suatu managemen perusahaan dalam mengatur struktur organisasi perusahaanya agar tetap mendapatkan kepercayaan di khalayak dunia bisnis baik skala ekonomi mikro maupun makro.

Terjadinya ikatan antara perusahaan dan karyawan untuk mengisi posisi yang dibutuhkan dalam menyeimbangkan sebuah struktur organisasi perusahaan sudah barang tentu diatur oleh undang-undang Ketenagakerjaan yang meliputi hak dan tanggung jawab serta kewajiban  kedua belah pihak  selama berdirinya suatu perusahaan tesebut mulai dari gaji, tunjangan, hak cuti, pesangon dan semua hal yang berkaitan dengan kelancaran dan  keberlangsungan managemen suatu perusahaan.

Namun kondisinya  dilapangan tidak semua perusahaan dapat memahami isi, maksud dan tujuan undang-undang ketenagakerjaan dalam peruntukanya untuk dapat mengatur semua hal bagi para pihak antara karyawan dan perusahaan.

Seperti yang terjadi terhadap 3 eks karyawati pada salah satu perusahaan  PT.Arina Multikarya yang bergerak dalam bidang  distribusi makanan yang berada di Kota Pekanbaru.

3 eks. Karyawati tersebut  mengadukan halnya kepada kuasa hukumnya Norma Sari Simangunsong S.H., pada hari Rabu (1/7/2020) datang menghadap ke Kantor Disnaker Provinsi Riau tepatnya berada di Jalan Pepaya.

“Saya sebagai kuasa hukum dari 3 eks Karyawati perusahaan ini sudah menghadap meditor Ahli Madya Bapak Pohan, sudah terjadwal agenda untuk kami bertemu dengan pihak perusahaan”, kata pengacara muda ini.

“Sayang hanya Saya, teman dari LBH SBSI Komaida Siboro S.H.,, 3 orang eks.karyawan saja yang hadir disini untuk menjumpai mediator tripartit Disnaker Provinsi Riau minus dari wakil management perusahaan yang  telah mendzholimi klien Saya”, ungkapnya.

“Ijazah mereka bukan hilang tapi terbakar kami mau sebagai kuasa hukum mereka meminta pihak perusahaan mengganti rugi semua kerugian materil maupun immateril klien kami, tanpa ijazah mana mungkin mereka bisa melamar kerja lagi, jika diurus kembali akan memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit”, sampai pengacara ini tegas.

Sementara itu  ditempat yang sama riaubertuah.id meminta keterangan kepada Amris Pohan S.H., M.H., Jabatan Mediator Ahli Madya Disnaker Provinsi Riau memang sudah menjadi tupoksi kami untuk menerima dan menanggapi serta menyelesaikan setiap laporan yang masuk terkait permasalahan antar perusahaan dan karyawanya sudah tepat.

“Kedatangan para pihak dalam hal ini perusahaan PT.Arina Multikarya yang di wakili oleh pihak management untuk bertemu dengan eks. Karyawan yang didampingi oleh Kuasa Hukumnya dan  LBH SBSI  baru memasuki tahap klarifikasi terhadap adanya pengaduan  pelaporan oleh Riris dan kawan-kawan sebanyak 3 orang”, kata Pohan panggilan akrabnya.

“Ini pertemuan yang kedua sebelumnya telah diadakan pertemuan namun pada saat hari yang telah ditentukan untuk agenda klarifikasi yang pertama ini hanya pihak pekerja saja yang datang, saat dihubungi pihak perusahaan memberikan jawaban bahwa ada kegiatan yang lain besok harinya  mereka bisa memenuhi permintaan bertemu, namun pihak perusahaan mengatakan kepada Kami Mediator Tripartit Disnaker Provinsi Riau agar agenda pertemuan untuk klarifikasi ini di tunda terlebih dahulu, dimana seharusnya pertemua ini dijadwalkan pada hari Rabu (01/7/2020) diganti menjadi hari Jumat (3/7/2020)  karena pihak perusahaan tidak bisa hadir disebabkan kendala transportasi udara yang saat covid19 ini menggunakan standar prosedur dimasa covid19 yang agak memakan waktu”, ujar Pohan panjang lebar.

1594100744-RiauBertuah co-WhatsApp Image 2020-07-07 at 12 00 25

Ketika ditanyakan bagaimana menurut mediator terkait perlakuan perusahaan yang meminta, menyimpan dan menahan ijazah karyawan ini apakah sudah sesuai dengan UU ketenagakerjaan?

“UU Ketenagakerjaan tidak ada mengatur tentang hal itu, tapi pada saat itu  terjadi suatu syarat untuk menerima karyawan sesuai keperdataan itu boleh tapi harus dilakukan sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Bukti penyerahan ijazah sebagai yang disyaratkan oleh perusahaan saat menerima karyawan bekerja di perusahaanya turut terbakar. Saat klarifikasi hari ini tidak ada membawa legalitas yang bisa ditunjukan sebagai bukti otentik”, katanya lagi.

“Sebenarnya ini tidak termasuk dal ruang lingkup yang diperselisihkan dalam bidang industrial karena eks.karyawan ini sudah mengundurkan diri, disini diterangkan bahwa yang dimaksud dengan perselisihan dalam hubungan industrial ada 4 yakni :”

  1. Perselisihan Hak
  2. Perselisihan Kepentingn
  3. Perselisihan PHK
  4. Perselisihan antar pekerja serikat buruh.

“Hanya saja karena sudah sampai disini kami mencoba memberikan solusi agar dapat diselesaikan secara baik-baik karena nanti ranahnya juga tidak melebar kemana-mana setidak-tidaknya pada saat serah terima ijazah itu”, imbuh Pohan.

“Ada surat edaran Dirjen Hubungan Industrial dari Kemenaker perusahaan dapat menahan ijazah itu pada sektor usaha yang berhubungan dengan keuangan/financial tapi harus sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, agar itu menjadi suatu ikatan sebagaimana dimaksud layaknya UU yang mengikat pada pasal 1338 KUHP itu tidak ada”, ungkapnya.

“Maka ranahnya bagaimana pembicaraan ini menjadi penyelesaian yang tuntas  karena pada akhirnya ini semua terkait ganti tugi, ijazah ini adalah hak intelektual seseorang”, lanjutnya.

“Perusahaan akan hadir kembali pada hari Jumat (10/7/2020)    karena akan menghadirkan pihak perusahaan yang berwenang tentang hal ini. Jumat (10/7/2020) yang datang bukan direktur harus membawa surat kuasa, perwakilan pihak perusahaan yang hadir hari ini tidak bisa menunjukan surat kuasa dari perusahaan yang bersangkutan. Sebagai mediator minta pihak perusahaan menyelesaikan permasalahan ini dengan itikad baik”, ucapnya.

Ditempat yang sama awak media mewawancarai 3 eks.karyawan Pt Arina Multikarya Riris Rumondang, Leris manalu , dan Ade Mariana.

Berikut keterangan eks.karyawan yang diwakili Riris Rumondang.

“Pada bulan Juli 2019 pernah Kami menanyakan kembali perihal kenberadaan ijazah tersebut jawaban perusahaan bahwa pihak management perusahaan sedang mengurusnya tapi sampai hari ini tidak pernah ada penampakan ijazah kami diberikan kembali oleh perusahaan”, ungkap Riris.

Sampai saat korban mengundurkan diri tidak ada inisiatif dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan tentang perihal hilang atau terbakarnya ijazah ekz. Karyawan tersebut.

“Kami menunggu itikad baik perusahaan hingga saat ini 2020, sampai kami meminta tolong kuasa hukum untuk membantu penyelesaian permasalahan ini. Nah saat inilah perusahaan mengurus ijazah-ijazah milik karyawan yang alin yang juga ikut terbakar”, katanya.

“ada puluhan ijazah yang terbakar kami tau karna kami menyaksikan langsung ada bekas puluhan ijazah  yang terbakar saat kami membersihkan gedung kantor yang berada dijalan Tuanku Tambusai/Nangka”, sampainya dengan mimic muka menahan tangislagi.

“Pernah juga pihak perusahaan menjanjikan kepada kami karyawanya bahwa akan menyimpan ijazah-ijazah ini di Bank, baru saat ada kejadian kebakaran itu kami baru tau kalau ijazah tersebut disimpan pihak perusahaan di kantor”, ucap gadis muda ini lirih.(teti.guci)