BUMD Tidak Hasilkan PAD, Sujarwo Usulkan Pimpinan di Ganti

No comment 1828 views
banner 160x600

riaubertuah.id

SIAK SRI INDRAPURA ( Riaubertuah.id ) ~ Banyaknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kabupaten Siak sudah seharusnya menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna melakukan pembangunan infrastruktur maupun aspek lainnya untuk Kabupaten Siak yang dicita citakan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak, Sujarwo ingatkan untuk 2 Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT Siak Pertambangan Energi (SPE) dan PT Siak Pembamgunan Sarana (SPS) untuk berkontribusi kepada Daerah guna percepatan pembangunan Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia.

Jika tidak ada perkembangan ganti direktur.

"Kita tahu 2 BUMD Siak PT Siak Pertambangan Energi (SPE) dan PT Siak Pengembangan Sarana (SPS) sudah lama berdiri, namun baru tahun ini mulai memberikan PAD untuk kabupaten Siak," Terang Anggota DPRD Siak, Sujarwo, Rabu (16/10/2019), usai Rapat paripurna tentang tanggapan pemda terhadap pandangan umum Fraksi DPRD Siak tentang penyampaian Nota keuangan RAPBD Siak tahun 2020

Politisi muda asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menjelaskan PT SPE sudah berdiri selama 4 tahun yang beroperasi di bidang perminyakan masih vakum dan belum memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah sedangkan PT SPS yang bekerja dalam bidang jaringan Internet tahun ini juga belum memberikan kontribusi konkret padahal sudah disertakan modal yang bersumber dari APBD saat awal pendirian perusahaan.

"Kita targetkan untuk tahun 2020 PT SPE 250 juta sedangkan PT SPS sebesar 400 juta, jika tidak ada hasil tahun 2020 dijadikan hutang untuk ke dua perusahaan plat merah tersebut," jelasnya.

Selain itu, BUMD Lainnya seperti PT Permodalan Siak (Persi) tahun 2019 sudah memberikan PAD sekitar 1,2 Milyar. dengan penyertaan modal dari APBD kurang lebih 27 an Miliyar.

" Untuk modal awal belum balik tapi untuk PT Persi sudah ada timbal balik bagi pendapatan daerah,dan bertahap selalu mengalami kenaikan dimulai waktu dulu 800an juta, hingga saat ini 1,2 Miliyar" imbuhnya.***