cheap jerseys authentic jersey wholesale wholesale replica soccer jerseys youth basketball jerseys wholesale football jersey wholesale game jerseys wholesale wholesale blank basketball jerseys mitchell and ness jerseys wholesale wholesale nike nfl jerseys free shipping cheap nba jerseys wholesale
Home / DAERAH / Diskes Kuansing Temukan 7 Kasus Gizi Buruk dan 3 Kasus Gizi Kurang Selama Tahun 2017

Diskes Kuansing Temukan 7 Kasus Gizi Buruk dan 3 Kasus Gizi Kurang Selama Tahun 2017

Foto : Ilustrasi.

KUANSING, RIAU BERTUAH – Dinas kesehatan (Diskes) Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau menemukan 7 kasus gizi buruk dan tiga kasus gizi kurang selama tahun 2017. Bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, angka tersebut tidak berubah atau masih sama.

“Kasus ini tiap tahun selalu ada, dan ini harus kita temukan agar bisa diberikan perawatan terhadap penderitanya. Kalau untuk tahun 2017 lalu ada 10 kasus, 7 gizi buruk dan 3 gizi kurang,” kata Kepala Diskes Kuansing melalui Kepala bidang Kesehatan Masyarakat, dr M Irvan Husin yang dilansir dari halloriau.com.

Disampaikan Irvan, untuk gizi buruk sendiri angka trevalensinya harus kurang di bawah 15 persen.

“Kalau bisa kita nol, untuk awal tahun ini belum ada laporan dari Puskesmas, biasanya laporan masuk pada akhir-akhir setiap bulan,”ujarnya.

Sejumlah wilayah yang ditemukan adanya kasus gizi buruk tahun 2017 lalu, diantaranya di Muara Lembu, daerah Kari, Sentajo, Gunung Toar dan Pangean. “Semuanya sudah mendapatkan penanganan,”ujar Irvan.

Anak yang terkena gizi buruk ini rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Selain kurang mampu, orang tua juga memiliki banyak anak sehingga tak konsentrasi dalam mengurus anak dan memberikan kebutuhan gizi yang cukup.

Sementara, untuk perawatan dan pemulihan gizi buruk ini biasanya paling lama dua minggu, kita rawat di samping Puskesmas Taluk tempat khusus pemulihan gizi terhadap penderita gizi buruk.

“Karena tidak langsung sembuh, minimal dirawat dua minggu dan kalau sudah agak baikan kita rawat di Puskesmas,” ujarnya.

Kata Irvan kendalanya, sebagian besar keluarga pasien ingin pulang cepat, karena untuk perawatan dan pemulihan butuh waktu lama, sementara gizi buruk ini berasal dari keluarga tidak mampu kadang tak bisa bertahan hingga sang anak sembuh.

Check Also

Bupati Bengkalis Melatik Basuki Rachmad Sebagai Camat Mandau

 BENGKALIS,RIAU BERTUAH – Bupati Bengkalis Amril Mukminin secara resmi melantik Basuki Rachmad sebagai Camat Mandau …