Ratusan Wartawan Datangi Polda Riau

No comment 1032 views
banner 160x600

Women face

PEKANBARU (Riaubertuah.id) - Ratusan Wartawan dari berbagai media di Provinsi Riau Datangi Markas Besar Kepolisian Daerah Polda Riau, Senin 10 September 2018. terkait dugaan keberpihakan pekara pemberitaan Pers yang memberitakan Bupati Bengkalis dengan menggunakan undang-undang ITE.

Kedatangan gelombang pertama pendemo itu langsung menuju kantor Kapolda Riau di jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru Riau dengan jumlah kurang lebih 200 orang, dengan lantunan lagu-lagu kebangsaan NKRI mereka membawa beberapa informasi kepada Kapolda Riau yang terkait dengan upaya hukum yang kuat untuk melakukan kriminalisasi terhadap Pers.

Aksi Kordinator, Ismail Sarlata dan Feri Sibarani, saat menyampaikan orasinya didepan pintu pintu gerbang Polda Riau, acara aksi solidaritas Pers menyampaikan tuntutanya ke Kapolda Riau antara lain, agar Kapolda Riau segera memeriksa penyidik ??Dirkrimsus yang berbicara kuat melakukan kriminalisasi pers terhadap Redaksi Harian Berantas, Toro Laia yang ditemukan oleh Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dengan pencemaran nama baik, baik yang dituangkan dalam Undang-undang ITE.

Sejatinya terkait pemberitaan di media Pers, jika kemudian dirasa telah menjadi nama baik atau menyerang seseorang, maka sesuai dengan UU Pers No.40 tahun 1999 dan berdasarkan MoU Dewan Pers dan Kapolri tahun 2012 dan 2017, maka harus kontra sebagai pelanggaran kode etik jurnalistik, yang untuknya telah disediakan solusi Hak Hakasa dan Hak Lorelei dari kedua belah pihak, namun disayangkan pihak penyidik ??Polda Riau melalui Ditreskrimsus telah menjatuhi polisi terhadap perkara Pers.

Kami mohon kepada Kapolda Riau yang baru, Bapak Irjen Pol Widodo yang bersedia berdialog dengan insan solidaritas Pers di tempat ini untuk mendengarkan aspirasi kami dan menanggapi penyidikan yang dilakukan oleh penyidik ??Ditreskrimsus Polda Riau terhadap wartawan, ”seru orator aksi, Feri.S.

Dalam orasinya Feri menyampaikan berbagai tindakan arogansi dan kriminalisasi yang dilakukan oleh oknum-oknum Penyidik Kepolisian Polda Riau terhadap media saat melakukan kinerjanya, khususnya terkait Toro Laia yang hingga kini telah menjalani persidangan di PN Pekanbaru adalah hasil penyidikan pihak Polda Riau yang diduga kuat sekongkol dengan Amril Mukminin dan beberapa oknum lainya untuk mengkriminalisasi media Pers.

Segera periksa oknum penyidik yang kami duga kuat telah sekongkol dengan Amril mukminin selaku Bupati di Bengkalis yang terindikasi berdasarkan berbagai bukti terlibat korupsi dana bansos Bengkalis tahun 2012 senilai 272 miliar, dan kami minta Kapolda Riau yang baru segera panggil penyidik dan bongkar persekongkolan ini dengan terang benderang,” teriak Feri.

Namun hingga berita ini diturunkan, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo belum tampak menghampiri massa aksi solidaritas Pers, hingga akhirnya perwakilan Kapolda Riau, dari satuan Direskrimsus melalui kasubdit IV, AKBP Ginting mencoba memberikan pernyataan dan sikap Kepolisian Polda Riau melalui mediasi di ruang SPKT Dirkrimum Polda Riau, namun 5 orang utusan dari aksi solidaritas menolak dan memilih melanjutkan aksinya.

Kami tidak mau melakukan mediasi dan mendengar pernyataan bapak-bapak jika bukan langsung dari Kapolda Riau, atau setidaknya Dirkrimsus Polda Riau,” terang B Anas yang mendapingi Feri Sibarani.

Mendengar semangat beberapa tindakan, pihak Polda Riau pun tidak dapat melakukan apa-apa, tindakan-tindakan yang solid untuk melakukan pers dan membalas terhadap Kapolda Riau agar segera memeriksa penyidik ??Polda Riau, memeriksa kembali Amril Mukminin cs yang terindikasi telah terseret dalam korupsi bansos Bengkalis dihapus 272 miliar, dianjurkan diberitakan sebelumnya oleh media Harian Berantas.

Selain penyidik ??dan Amril Mukminin yang disalin sekongkol dalam penyidikan kasus sengketa Pers, aksi massa solidaritas Pers juga kepada Kapolda Riau, agar membongkar praktik-praktik dalam proses penyidikan, terutama soal pers, yang sejatinya harus melalui kemajuan Dewan Pers dan masuk dalam UU. Pers.

Ini sejarah buruk dalam dunia Pers, ini dapat diduga sebagai permainan karena telah diberitakan seorang oknum pejabat di media dengan muatan soal keterkaitan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin atas kasus korupsi bansos Bengkalis yang telah menyeret sebagian besar pelakunya ke dalam jeruji besi, namun belakangan diketahui, Amril Mukminin dan beberapa orang lainya sama-sama terlibat namun tidak terjerat hukum,” kata Feri Sibarani dalam orasinya.

Akibat ketidak hadiran Kapolda Riau itu, massa dari aksi solidaritas Pers pun melanjutkan aksi di kantor Kejaksaan Tinggi Riau, dimana Kejati Riau juga di nilai berperan penting dalam kapasitasnya untuk menelaah barang berkas perkara penyidikan Polda Riau, sebab Kejaksaan berhak untuk tidak melanjutkan perkara tersebut apabila ditemukan ada penyimpangan penyidikan dari kasus sengketa Pers menjadi kasus pidana.

Namun sesampainya di Kejaksaan Tinggi Riau, juga terjadi hal yang sama dengan Kejati Riau juga tidak ada di tempat dan hanya dipertemukan oleh Humas Kejaksaan Tinggi Riau Muspidauan, yang juga tidak akan tercakup dalam kasus ini. ada yang memang ada sesuatu yang akan membunuh karakter Insan Pers kedepannya.

 

Liputan (Jimmi)