Dosen UIN Suska Jadikan Kotoran Sapi Sebagai Alternative Biogas Terbaru

banner 160x600

Women face

ROKAN HULU, RIAUBERTUAH.ID - Mungkin ketika kita melihat kotoran sapi yang ada terlintas hanya sebagai pupuk kandang. Tapi, sedikit berbeda kali ini di Dusun Titian Gading, Desa Sontang, Kec. Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dari Forum Group Discussion (FGD) Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi, dengan harapan percepatan peningkatan Komunitas Adat terpencil suku Bonai melalui pembuatan biogass Skala Rumah Tangga berasal dari Kotoran Sapi sebagai alternative terbaru di Kabupaten Rokan Hulu yang telah di lakukan sosialisasi kepada Masyarakat sekitar pada Hari Sabtu, 22 September 2018. Sementara Untuk pembuatan biogass di mulai dari tanggal 2 September 2018 hingga selesai tanggal 13 September 2018. Pengerjaan lebih kurang dalam 12 Hari ini sukses dilaksanakan walau kendala cuaca yang kadang tidak tentu.

Program pengabdian dosen Fapertapet UIN Suska Riau, Melalui Anggaran Kementrian Agama ini beranggotakan 4 Orang terdiri dari Dr,Irwan Taslapratama, M.Sc., sebagai Ketua pelaksana, Ir.Eniza Saleh,M.S , Anwar Efendi Harahap,S.Pt, M.Si dan Bakhendri Solfan,S.P. M,Sc. Di sesi Pembukaan Diskusi dengan masyarakat sekitar dan Kadus Titian Gading (Bapak Supriadi) saat uji coba biogass tersebut. Sambutan pertama dari Ketua Pelaksana Bapak Dr.Irwan Taslapratama,M.Sc, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support dari warga setempat dan terutama Bapak Adi yang telah bersedia untuk menerima dan menjadikan Kandang Sapinya untuk biogass. Dan Dosen tidak hanya mengajar tetapi juga Mengabdi kepada masyarakat, dan ini lah pengabdian kami. Semoga dengan harapan menjadi dorongan masyarakat untuk memanfaatkan limbah atau kotoran sapi yang selama ini hanya terpikirkan sebagai Pupuk. Padahal masih ada alternative lain yaitu sebagai biogass dan nantinya limbah dari biogass ini juga bisa digunakan sebagai pupuk kembali. Dan, semoga ilmu yang bermanfaat ini bisa menjadi amal buat kami nantinya. Aamin.

Sementara dari Warga, Ibu Ani yang keseharian beliau sebagai penjual goreng juga berharap ada solusi lain dalam pengembangan biogass ini, karena mengingat sangat langka nya gas elpiji di kawasan tersebut, sehingga usaha gorengannya juga terhambat dan ibu – ibu sekitar juga merasakan hal yang sama. Apakah bisa di tambah kompor nya pak ? dan Apakah kami bisa numpang di rumah pak adi untuk memasak ? dan apakah ini hanya untuk bapak adi saja atau bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar ?
Dalam diskusi tersebut warga bertanya kepada dosen UIN suska Riau tersebut. Di Sambung dari Bapak Tasla, Bapak Anwar , dan Bapak Hendri. Bisa, kita kasih kontak tukangnya nanti membantu, hanya perlu di sediakan pipa paralon dan kompor saja. Tetapi sapinya kalau bisa ditambah juga, sapi yang lain kalau bisa di bawa dekat kandang bapak adi tersebut.

Di sambung Bapak Supriadi sangat bersyukur dan beruntng program pengabdian doses ini ada di kawasan tersebut, mengingat masyarakat di sini juga banyak memiliki sapi tapi hanya sapi liar tidak di kandang. Jadi, dengan adanya biogass dan sapi milik warga bisa menjadi motivasi/dorongan buat warga kedepannya. Tutupnya.
Tanggapan dari Safrizal Hasbi, salah satu pemuda sekitar. Menanggapi sangat positif nya kegiatan/Pengabdian dosen Fapertapet dalam pengembangan energy alternative untuk warga sekitar sini, terkhusus di bonai Darussalam. Karena tanpa sepengetahuan saya diwilayah Kec.Bonai Darussalam, Kec.Kepenuhan dan Kec.Kepenuhan Hulu belum ada Biogass/ Energi Alternatif dari kotoran Sapi tersebut. Jadi, salah satu nantinya sebagai percontohan, objek penelitian dan lainnya bagi mahasiswa serta wadah lainnya. Semoga masih tetap di rawat dan Sapi nya tidak dijual oleh pemilik nantinya. Harapnya.

Pembuatan biogass ini di hasilkan biogester dari limbah/kotoran, tidak hanya kotorang sapi tetapi pemanfaatan energy alternative juga masih banyak, baik energi cahaya matahari, Mikro Hidro, Biomassa, Kotoran Manusia, dll lain – lain. Dan perkembangan teknologi masih di tunggu untuk penyulingan biogas untuk di pindahkan ke tabung sehingga efisiensi dan bisnis yang menjanjikan.
Kotoran Sapi : Energi Alternatif, Pengabdian Dosen UIN Suska Buat Biogass Di Desa sontang , Rohul

Mungkin ketika kita melihat kotoran sapi yang ada terlintas hanya sebagai pupuk kandang. Tapi, sedikit berbeda kali ini di Dusun Titian Gading, Desa Sontang, Kec. Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dari Forum Group Discussion (FGD) Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi, dengan harapan percepatan peningkatan Komunitas Adat terpencil suku Bonai melalui pembuatan biogass Skala Rumah Tangga berasal dari Kotoran Sapi sebagai alternative terbarukan di Kabupaten Rokan Hulu yang telah di lakukan sosialisasi kepada Masyarakat sekitar pada Hari Sabtu, 22 September 2018. Sementara Untuk pembuatan biogass di mulai dari tanggal 2 September 2018 hingga selesai tanggal 13 September 2018. Pengerjaan lebih kurang dalam 12 Hari ini sukses dilaksanakan walau kendala cuaca yang kadang tidak tentu.

Program pengabdian dosen Fapertapet UIN Suska Riau, Melalui Anggaran Kementrian Agama ini beranggotakan 4 Orang terdiri dari Dr,Irwan Taslapratama, M.Sc., sebagai Ketua pelaksana, Ir.Eniza Saleh,M.S , Anwar Efendi Harahap,S.Pt, M.Si dan Bakhendri Solfan,S.P. M,Sc. Di sesi Pembukaan Diskusi dengan masyarakat sekitar dan Kadus Titian Gading (Bapak Supriadi) saat uji coba biogass tersebut. Sambutan pertama dari Ketua Pelaksana Bapak Dr.Irwan Taslapratama,M.Sc, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support dari warga setempat dan terutama Bapak Adi yang telah bersedia untuk menerima dan menjadikan Kandang Sapinya untuk biogass. Dan Dosen tidak hanya mengajar tetapi juga Mengabdi kepada masyarakat, dan ini lah pengabdian kami. Semoga dengan harapan menjadi dorongan masyarakat untuk memanfaatkan limbah atau kotoran sapi yang selama ini hanya terpikirkan sebagai Pupuk. Padahal masih ada alternative lain yaitu sebagai biogass dan nantinya limbah dari biogass ini juga bisa digunakan sebagai pupuk kembali. Dan, semoga ilmu yang bermanfaat ini bisa menjadi amal buat kami nantinya. Aamin.

Sementara dari Warga, Ibu Ani yang keseharian beliau sebagai penjual goreng juga berharap ada solusi lain dalam pengembangan biogass ini, karena mengingat sangat langka nya gas elpiji di kawasan tersebut, sehingga usaha gorengannya juga terhambat dan ibu-ibu sekitar juga merasakan hal yang sama. Apakah bisa di tambah kompor nya pak ? dan Apakah kami bisa numpang di rumah pak adi untuk memasak ? dan apakah ini hanya untuk bapak adi saja atau bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar ?

Dalam diskusi tersebut warga bertanya kepada dosen UIN suska Riau tersebut. Di Sambung dari Bapak Tasla, Bapak Anwar , dan Bapak Hendri. Bisa, kita kasih kontak tukangnya nanti membantu, hanya perlu di sediakan pipa paralon dan kompor saja. Tetapi sapinya kalau bisa ditambah juga, sapi yang lain kalau bisa di bawa dekat kandang bapak adi tersebut.

Di sambung Bapak Supriadi sangat bersyukur dan beruntng program pengabdian doses ini ada di kawasan tersebut, mengingat masyarakat di sini juga banyak memiliki sapi tapi hanya sapi liar tidak di kandang. Jadi, dengan adanya biogass dan sapi milik warga bisa menjadi motivasi/dorongan buat warga kedepannya. Tutupnya.
Tanggapan dari Safrizal Hasbi, salah satu pemuda sekitar. Menanggapi sangat positif nya kegiatan/Pengabdian dosen Fapertapet dalam pengembangan energy alternative untuk warga sekitar sini, terkhusus di bonai Darussalam. Karena tanpa sepengetahuan saya diwilayah Kec.Bonai Darussalam, Kec.Kepenuhan dan Kec.Kepenuhan Hulu belum ada Biogass/ Energi Alternatif dari kotoran Sapi tersebut. Jadi, salah satu nantinya sebagai percontohan, objek penelitian dan lainnya bagi mahasiswa serta wadah lainnya. Semoga masih tetap di rawat dan Sapi nya tidak dijual oleh pemilik nantinya. Harapnya.

Pembuatan biogass ini di hasilkan biogester dari limbah/kotoran, tidak hanya kotorang sapi tetapi pemanfaatan energy alternative juga masih banyak, baik energi cahaya matahari, Mikro Hidro, Biomassa, Kotoran Manusia, dll lain – lain. Dan perkembangan teknologi masih di tunggu untuk penyulingan biogas untuk di pindahkan ke tabung sehingga efisiensi dan bisnis yang menjanjikan.